Kutipan Media - Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) mengakui bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai memberi tekanan baru terhadap industri teknologi informasi di Indonesia.
Para pelaku usaha kemudian memperkirakan harga perangkat seperti laptop, server, storage, hingga perangkat jaringan akan kembali mengalami kenaikan bertahap jika nilai tukar terus melemah.
Sekretaris Jenderal APTIKNAS, Fanky Christian mengatakan tekanan kurs saat ini berpotensi mengganggu stabilitas harga perangkat teknologi yang sebelumnya mulai membaik setelah krisis chip global mereda.
“Ya, potensi kenaikan harga tetap ada. Memang setelah krisis chip global mereda, supply chain industri teknologi mulai kembali normal dan harga perangkat sempat lebih stabil. Namun tekanan nilai tukar saat ini berpotensi mengurangi stabilitas tersebut,” kata Fanky saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (19/5/2026).
Fanky menambahkan bahwa produk-produk teknologi premium dan enterprise, seperti perangkat penyimpanan, jaringan, laptop, menjadi kategori yang paling sensitif terhadap fluktuasi dolar AS karena sebagian besar masih bergantung pada impor komponen maupun barang jadi.
Baca Juga
Mark Zuckerberg Kembangkan Zuckbot: AI yang Bantu Jalankan Meta
Ekonom: Meski Rupiah Sentuh Rp17.700, BI Rate Tak Perlu Naik
Daftar 7 Handphone Termahal di Dunia, Seharga 100 Mobil Alphard?