Pemkot Ambon Rencanakan Pembangunan Balai Kota Baru Melalui Kerja Sama Investor
Sumber Foto: Siwalima
Nasional

Pemkot Ambon Rencanakan Pembangunan Balai Kota Baru Melalui Kerja Sama Investor

Online

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku rencana pembangunan gedung Balai Kota yang baru akan memakai sekma kerjasama dengan investor, sebagai bagian dari inovasi pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Hal itu disampaikan walikota dalam keterangan persnya terkait capaian 17 Program Prioritas dalam rangka satu tahun kepemimpinan walikota dan wakil Walikota Ambon periode 2025–2030, Kamis (20/2), di Ruang Vlisingen Lantai II Balai Kota Ambon.

Menurut walikota, kebutuhan pembangunan Balai Kota baru di lahan terminal transit dilatarbelakangi kondisi aktual kantor yang saat ini yang dinilai sudah tidak representatif.

“Dalam semangat membangun kota ini supaya semakin maju, ada kebutuhan untuk membangun gedung Balai Kota yang baru. Pasalnya, kantor yang sekarang tidak mampu menampung seluruh pegawai. Kalau hujan, bocor di sana-sini. Ini tentu tidak ideal,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kota Ambon membutuhkan kantor pemerintahan yang representatif, baik dari sisi daya tampung, estetika, maupun sebagai simbol dan wajah kota.

Selain itu, Pemkot Ambon juga diperhadapkan dengan sejumlah aset pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, salah satu aset di kawasan Passo seluas kurang lebih tujuh hektare direncanakan untuk dikembangkan menjadi kawasan perkotaan modern, termasuk lokasi pembangunan Balai Kota baru.

“Kita ingin di lokasi itu dijadikan kantor Wali Kota. Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah kota dan pasti akan kita upayakan,” tegasnya.

Namun, dengan kondisi keuangan daerah saat ini, pembangunan tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD. Oleh sebab itu, Pemkot Ambon menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui kerja sama dengan investor.

Skema yang akan digunakan adalah, pola bangun operasikan dan serahkan (Build Operate Transfer/BOT), di mana investor membangun dan mengelola dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya diserahkan menjadi milik pemerintah.

“Tanah milik pemerintah kota, tetapi kita tidak punya cukup dana untuk membangun. Investor yang membangun dan mengelola, kemudian bagi hasil dalam jangka waktu tertentu, dan setelah itu menjadi milik pemerintah kota,” jelasnya.

Dalam konsep pengembangan kawasan tersebut, investor direncanakan membangun rumah susun (rusun) ASN dan hotel yang akan mereka kelola sesuai perjanjian kerja sama. Sebagai bagian dari kesepakatan awal, investor juga akan membangun gedung perkantoran Pemkot Ambon, termasuk Balai Kota.

Selain proyek pembangunan Balai Kota, Pemkot Ambon juga tengah menyiapkan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk pembangunan Klinik Mata Ambon di kawasan Vlisingen.

Langkah ini, merupakan bentuk inovasi pemerintah daerah dalam mencari alternatif pembiayaan pembangunan.

“Kita tidak mungkin membangun sesuatu yang megah dengan kondisi keuangan hari ini. Karena itu, kita harus mencari alternatif pembiayaan, baik dari investor maupun badan usaha, untuk membantu pembangunan di Kota Ambon,” ucap walikota.

Ia berharap skema kerja sama tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan infrastruktur strategis di Kota Ambon tetap bisa terealisasi meski di tengah keterbatasan anggaran. (Mg-1)