Pemkot Balikpapan Siapkan Program Prioritas untuk Pembangunan 2027
Sumber Foto: Kotaku.co.id
Nasional

Pemkot Balikpapan Siapkan Program Prioritas untuk Pembangunan 2027

Fokus pembangunan tahun depan akan diarahkan untuk tata kelola pemerintahan, penyediaan air bersih, dan peningkatan pelayanan publik sebagai kelanjutan dari program strategis yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Balikpapan DR H Rahmad Mas’ud.

Turut hadir Wakil Wali Kota Balikpapan DR H Bagus Susetyo, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Agus Budi Prasetyo, dan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menampung semua proyeksi hingga saran dari narasumber dan stakeholder.

Mulai dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Forum Anak, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lainnya.

Usai acara, Rahmad menjelaskan penyusunan program dalam RKPD tahun 2027 telah menyesuaikan RPJMD 2025 – 2030. “Ini kelanjutan dari program yang sudah berjalan kemarin,” katanya kepada awak media.

Pemkot Balikpapan memilih beberapa program prioritas untuk menjadi fokus pembangunan tahun depan.

Seperti tata kelola pemerintahan, penyediaan air bersih, dan pelayanan publik.

Dia mengakui, tantangan besar karena semua daerah mengalami keterbatasan anggaran. Imbas pemerintah pusat melakukan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).

“Tapi ini tidak mengurangi upaya kami memenuhi program prioritas yang berkaitan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” sebutnya. Sementara untuk acara seremonial akan dikurangi.

“Sumber pendapatan masih mengandalkan pajak daerah dan retribusi daerah,” ucapnya.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), wali kota juga mengarahkan lurah dan camat untuk memastikan kondisi anak-anak yang putus sekolah.

Menurutnya ada banyak faktor yang membuat anak putus sekolah. Salah satunya berasal dari orangtua. Artinya untuk memastikan penyebab dan mengatasi angka putus sekolah.

“Kalau kendala soal biaya tidak mungkin karena kami sudah gratiskan semua,” tuturnya.

Dia mengingatkan, wajib bagi semua anak Balikpapan mengenyam pendidikan. (*/advertorial/diskominfo/balikpapan)