Pendaki Hilang di Gunung Ijen Ditemukan Selamat, Minta Air Pertama Kali
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Pendaki Hilang di Gunung Ijen Ditemukan Selamat, Minta Air Pertama Kali

KOMPAS.com - Pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana (16) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026) ditemukan selamat.

Dalam video yang diterima Kompas.com, Dzikri ditemukan tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran.

Saat penyisiran tersebut, tim relawan berhasil mendapatkan jawaban dari Dzikri yang berada di balik rimbunnya tumbuhan pakis gunung.

Dalam video, petugas terdengar memberikan Dzikri instruksi agar tak panik. Sementara beberapa saat kemudian, Dzikri mengungkapkan permintaan pertamanya agar dapat dibawakan air.

Tim SAR gabungan segera bergegas cepat memberikan air kepada remaja warga Desa Tamansari Kecamatan Licin tersebut dengan menembus rapatnya ranting pakis.

Jenazah Juliana Marins Dievakuasi dari 600 Meter Jurang Gunung Rinjani

Artikel Kompas.id

Sesekali ranting yang kuat harus dipotong agar keberadaan Dzikri bisa dijangkau. Setelah berhasil dijangkau, tim SAR gabungan mengungkapkan kelegaan mereka.

Sementara Dzikri segera mendapatkan pertolongan pertama terutama asupan air dan buah untuk membantunya pulih setelah lebih dari 14 jam di alam terbuka sendirian.

Ia kemudian dievakuasi turun ke Paltuding untuk kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan, Dzikri ditemukan selamat tetapi lemas di area tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari LKP (lokasi kejadian perkara).

Oka mengatakan, sebelumnya tim gabungan dibagi dalam dua kelompok penyisiran.

Kelompok search rescue unit (SRU) 1 melakukan penyisiran dari Pos Paltuding menuju puncak sejauh 3,6 kilometer dengan metode Explore SAR (ESAR) tipe 1.

Sementara SRU 2 melakukan pencarian di sekitar LKP menggunakan pola ESAR tipe 2 open grid dengan luas area satu kilometer persegi. Upaya pencarian juga dimaksimalkan dengan dukungan drone thermal dan peralatan jungle rescue.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama yang solid dalam operasi kemanusiaan ini," ujarnya.

Di sisi lain, SAR mengimbau para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian.