Pentagon Masukkan Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China
Inti Pernyataan

Pentagon Masukkan Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China

Kutipan Media - Pentagon telah memperbarui daftar perusahaan China yang dituduh membantu penguatan militer Beijing dengan memasukkan Alibaba, Baidu, BYD, dan NIO. Langkah ini menambah ketegangan pasca pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping dan memicu ancaman retaliasi dari China.

Awal Kejadian

Pembaruan daftar ini dilakukan oleh Departemen Pertahanan AS dan menggantikan daftar sebelumnya dari tahun 2025. Penambahan perusahaan-perusahaan besar ini mencerminkan kekhawatiran AS terhadap pengaruh China dalam pengembangan teknologi yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.

Perkembangan

Kementerian Perdagangan China menyatakan ketidakpuasan dan penolakan terhadap langkah ini, meminta AS untuk menghentikan tindakan yang dianggap keliru dan kembali ke jalur hubungan yang konstruktif. China juga memperingatkan akan memberikan balasan tegas jika perusahaan-perusahaannya tidak diperlakukan adil. Pembaruan daftar ini muncul sebulan setelah pertemuan antara kedua pemimpin, yang sebelumnya berusaha menjaga gencatan senjata dalam perang dagang.

Kondisi Terakhir

Larangan kontrak langsung dengan perusahaan dalam daftar ini mulai berlaku bulan ini, sementara pembatasan pembelian melalui pihak ketiga akan efektif mulai tahun 2027. Dampak dari penetapan ini tidak hanya pada hubungan bilateral, tetapi juga berpotensi mempengaruhi reputasi global perusahaan-perusahaan yang terdaftar, menambah biaya kepatuhan, dan menciptakan ketidakpastian di pasar internasional.

You can share this post!