Penumpang Pesawat Utamakan Kenyamanan di Atas Harga Murah
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Penumpang Pesawat Utamakan Kenyamanan di Atas Harga Murah

Lihat Foto

Ilustrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta.(Dok. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney )

KOMPAS.com - Harga tiket pesawat yang murah tentu menarik bagi calon penumpang yang memperhitungkan bujet.

Namun faktanya, sebagian besar masyarakat kini lebih memprioritaskan kenyamanan dibanding tergiur harga tiket pesawat yang relatif murah.

"Pengguna jasa penerbangan kini lebih mengutamakan kenyamanan, ketepatan waktu, daripada harga tiket turun 15 persen, misalnya," kata Pengamat Penerbangan Alvin Lie kepada Kompas.com melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat saat Lebaran, InJourney Diskon 50 Persen Tarif Jasa Bandara

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat 100 Persen, Ini Kata Pengamat Penerbangan

Sebagaimana yang diketahui, jelang peak season seperti mudik Lebaran ataupun Nataru, biasanya pemerintah akan memberikan insentif berupa diskon tiket bagi pengguna jasa penebangan.

Seperti pada periode mudik Lebaran 2026 ini, pemerintah memberikan insentif pajak berupa pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4 Tahun 2026 yang ditetapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 6 Februari 2026.

Baca juga: Ada Diskon Tarif Jasa Bandara 50 Persen, Harga Tiket Pesawat Turun?

Merujuk kepada kebijakan tersebut, PPN atas tiket pesawat ekonomi dalam negeri ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk tahun anggaran 2026.

Insentif ini diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional selama periode mudik dan balik Lebaran.

“PPN yang terutang atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk tahun anggaran 2026.,” tulis pasal 2 ayat 3 dalam PMK tersebut dilansir Selasa (10/2/2026).

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan diskon sebesar 17-18 persen bagi penumpang pesawat kelas ekonomi yang menempuh perjalanan domestik pada 14-29 Maret 2026.

Baca juga: Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026, Citilink Beri Potongan hingga 21 Persen

Pemerintah menetapkan target penumpang yang mendapat diskon tiket pesawat sebanyak 3,3 juta penumpang.

Kemudian, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) juga memberikan diskon sebesar 50 persen untuk tarif jasa bandara pada periode angkutan Lebaran 2026.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi menjelaskan bahwa potongan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) bertujuan memberikan dampak langsung pada penurunan harga tiket pesawat.

“Potongan 50% tarif PJP2U berlaku di seluruh bandara InJourney Airports. Kebijakan ini akan memengaruhi nominal harga pesawat, karena tarif PJP2U merupakan tarif atas pelayanan jasa bandara yang dititipkan dalam tiket pesawat,” ujar Mohammad Rizal Pahlevi dalam siaran resmi, dikutip Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026 Pelita Air, Berlaku untuk 11 Rute

Ada diskon tiket, jumlah pengguna pesawat bertambah?

Alvin menuturkan, ragam diskon yang diberikan kepada pengguna jasa angkutan udara, justru tidak berpengaruh signifikan terhadap penambahan jumlah penumpang pesawat.

Halaman:

1

2

Show All

tiket pesawat

tiket pesawat murah

diskon tiket pesawat

Lihat Travel Selengkapnya

Pemerintah Tanggung Pajak Tiket Pesawat Lebaran, Harga Bisa Lebih Murah

Promo Tiket Pesawat 2026, Jakarta-Palembang Mulai Rp 648.000

Promo Tiket Pesawat ke Luar Negeri, Jakarta-Tokyo PP Cuma Rp 4,4 Juta

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Pangkas Tiket Pesawat Hingga 18 Persen

Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026, Citilink Beri Potongan hingga 21 Persen

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Kedubes Korea Selatan Beri Imbauan Terkait Keselamatan WNA di Bali

Travel News

06/04/2026, 21:34 WIB

Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik

Travel News

06/04/2026, 18:07 WIB

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jebol, Ini Penjelasan Angkasa Pura

Travel News

06/04/2026, 17:41 WIB

7 Maskapai yang Naikkan Tarif dan Kurangi Rute, Imbas Harga Avtur Naik

Travel News

06/04/2026, 17:15 WIB

Mengenal Perang Air di Riau, Tradisi Imlek yang Menyatukan Warga

Travelpedia

06/04/2026, 17:08 WIB

AirAsia X Berencana Naikkan Harga Tiket Pesawat dan Kurangi Rute

Travel News

06/04/2026, 16:44 WIB

Maskapai Penerbangan di Taiwan Bakal Naikkan Biaya Tambahan Bahan Bakar hingga 157 Persen

Travel News

06/04/2026, 15:48 WIB

Menepi Sejenak di Kalimas, Cara Baru Menikmati Surabaya dari Atas Air

Travelpedia

06/04/2026, 12:06 WIB

Pemkab Kudus Usulkan 13 Warisan Budaya Tak Benda untuk Penetapan Nasional

Travel News

06/04/2026, 09:09 WIB

KAI Hentikan Sementara Perjalanan KA Siliwangi Akibat Banjir di Cibeber

Travel News

06/04/2026, 08:08 WIB

Mengenal Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah Penghubung Ciamis–Tasikmalaya

Travelpedia

06/04/2026, 07:07 WIB

Awas Kecele! Hari Ini Wisata Bromo Akan Ditutup Seminggu

Travel News

06/04/2026, 06:06 WIB

Bunga Bangkai Mekar di Agam Jadi Magnet Turis Asing

Travel News

06/04/2026, 05:05 WIB

5 Pantai di Situbondo yang Punya Pasir Putih dan Pemandangan yang Indah

Travel Ideas

05/04/2026, 19:56 WIB

Kereta Api Laris Manis di Wilayah Grobogan Saat Libur Panjang Paskah 2026

Travel News

05/04/2026, 19:27 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app