Pep Guardiola Ekspresikan Kekecewaan Usai Manchester City Imbang Melawan Everton
Sumber Foto: RRI.co.id
Inti Pernyataan

Pep Guardiola Ekspresikan Kekecewaan Usai Manchester City Imbang Melawan Everton

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam pertandingan melawan Everton yang berakhir imbang 3-3 pada lanjutan Liga Inggris. Hasil ini membuat City hanya mampu membawa pulang satu poin, yang berpotensi berdampak besar terhadap peluang mereka dalam perebutan gelar juara.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Guardiola menyatakan bahwa timnya kini kehilangan kendali dalam perburuan gelar. Ia menekankan bahwa situasi saat ini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan timnya, dan mereka harus bergantung pada hasil pertandingan tim lain, terutama Arsenal yang saat ini menduduki posisi puncak klasemen.

“Sekarang tidak lagi di tangan kami,” ungkap Guardiola, menegaskan ketidakpastian yang dihadapi timnya. Meskipun merasa kecewa dengan hasil akhir, Guardiola tetap mencoba melihat sisi positif dari penampilan timnya, khususnya di babak pertama, di mana City tampak dominan dan berhasil unggul lebih dulu sebelum mengalami penurunan performa yang signifikan setelah jeda.

Guardiola juga tidak menutup kemungkinan untuk memberikan kritik terhadap performa tim di babak kedua. Dalam waktu singkat, City kebobolan tiga gol akibat kesalahan sendiri, yang membuat mereka kehilangan kontrol atas permainan. Ia menyebut momen tersebut sebagai situasi krusial yang merugikan tim.

Walaupun begitu, pelatih asal Spanyol ini menyoroti mentalitas juang timnya yang tetap berusaha hingga akhir laga, terlihat dari gol penyeimbang yang dicetak di menit-menit akhir. Ia mengakui bahwa meskipun tim berhasil meraih satu poin, hasil tersebut tetap terasa seperti kekalahan, terutama dalam konteks persaingan gelar.

Dengan selisih poin yang kini semakin melebar, Guardiola menekankan bahwa fokus timnya adalah untuk memenangkan sisa pertandingan sambil berharap agar pesaingnya mengalami kesalahan. Ia menutup wawancara dengan pernyataan motivasi bahwa Manchester City harus terus “berjuang sampai akhir musim,” meskipun peluang untuk meraih gelar saat ini tidak dalam posisi yang ideal.