Perayaan Imlek INTI Bali: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman
Sumber Foto: RRI.co.id
Inti Pernyataan

Perayaan Imlek INTI Bali: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman

Denpasar - Perayaan Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali berlangsung meriah di Denpasar pada Minggu, 20 Februari 2026. Mengusung tema “Satu Langkah. Banyak Warna. Merajut Kebersamaan”, acara ini menjadi momentum penting untuk merayakan keberagaman budaya di Bali.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dalam sambutannya, mengungkapkan apresiasi tinggi kepada keluarga besar INTI Bali. Ia menekankan bahwa perayaan Imlek bukan hanya sebagai tanda pergantian tahun, tetapi juga sebagai wujud pernyataan kultural bahwa Bali adalah tempat yang dihuni oleh berbagai keberagaman yang hidup secara harmonis.

Giri Prasta menjelaskan bahwa kontribusi masyarakat Tionghoa di Bali telah terjalin sejak ratusan tahun lalu, dan menjadi bagian integral dalam sejarah akulturasi budaya Bali dan Tionghoa. “Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada INTI. Perayaan Imlek ini bukan sekadar pergantian tahun, melainkan pernyataan bahwa Bali adalah rumah bagi keberagaman yang hidup harmonis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta mengaitkan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan ini dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru. Konsep ini menekankan enam aspek utama kesejahteraan dan kebahagiaan, yaitu Atma Kerthi, Jana Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, dan Jagat Kerthi, yang menjadi fondasi dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali serta isinya.

“Semangat ini selaras dengan visi besar pembangunan Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, baik secara sekala maupun niskala,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga mengajak INTI Bali untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam tiga hal utama: memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi jaringan bisnis dengan UMKM lokal, menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika global, serta bersama-sama mengawal visi 100 Tahun Bali Era Baru.