Pernyataan Pemimpin Agama Terkait Pilkada DKI Jakarta
Sumber Foto: ucanews.com
Inti Pernyataan

Pernyataan Pemimpin Agama Terkait Pilkada DKI Jakarta

Sejumlah pemuka agama di Indonesia mengadakan pertemuan untuk menanggapi isu-isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Pertemuan ini berlangsung di Kantor CDCC, Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 17 Oktober 2023.

Romo YR Edy Purwanto, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menekankan pentingnya pengakuan terhadap pluralitas Indonesia. Ia menyatakan, "Kami yakin bahwa Indonesia adalah negara yang plural dan majemuk. Agama-agama lain juga memiliki komitmen yang sama untuk mencapai kesejahteraan umum. Itulah inti pernyataan kami."

Ketua Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi), Suhadi Sendjaja, juga menyoroti keragaman yang ada di Indonesia. Ia menyatakan, "Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama. Agama harus memberikan landasan moral agar setiap suku, ras, dan agama dapat menjalankan proses demokrasi dengan baik."

Uung Sendana, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), menekankan bahwa proses Pilkada seharusnya mengutamakan persatuan. Menurutnya, pemilu bukanlah sekadar perebutan kekuasaan, tetapi tentang memilih pemimpin yang akan melayani rakyat. "Isu-isu SARA sebaiknya dihindari dan kita harus mengedepankan rasa persatuan. Kita adalah satu keluarga, dan perbedaan seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Nyoman Udayana Sangging, Ketua Bidang Dikbud Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI), berharap agar masyarakat berdoa demi kelancaran Pilkada, terutama di DKI Jakarta yang sering kali dipenuhi polemik. "Hindu harus melaksanakan perintah agama dengan benar dan tidak menggunakan kekerasan," katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yusnar Yusuf, menyatakan komitmen MUI untuk melindungi umat Muslim serta mendukung kerukunan antarumat beragama. Ia meminta agar umat Islam menjauhi kekerasan, menekankan pentingnya kerukunan di tengah perbedaan.

Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Jenderal Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam pemilihan, semua pihak tetap harus bersatu. "Siapapun yang terpilih, jangan saling menciderai, karena dia adalah pemimpin kita bersama," ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Din Syamsuddin, Ketua Presidium Inter Religion Council (IRC), dan berbagai pemimpin agama lainnya, yang bersama-sama menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan keutuhan dalam proses demokrasi.