Pernyataan Trump tentang Taiwan dan Respons China
Kutipan Media - Pada 15 Mei, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke China dengan pernyataan penting mengenai Taiwan. Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Trump menegaskan, "Saya tidak ingin melihat ada pihak di Taiwan yang bergerak menuju kemerdekaan," yang diartikan sebagai peringatan bagi otoritas Taiwan dan kekuatan separatis.
Awal Kejadian
Jauh sebelum pernyataan Trump, pada 13 Mei, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China, Ma Xiaoguang, telah menegaskan penolakan China terhadap segala bentuk aktivitas separatis “kemerdekaan Taiwan”. Ia menekankan bahwa setiap upaya separatisme akan ditolak oleh seluruh rakyat Tionghoa dan mengingatkan bahwa persoalan Taiwan adalah urusan dalam negeri China.
Perkembangan
Pernyataan Trump dianggap sebagai respons positif kepada China serta sebagai teguran bagi otoritas Taiwan. Ia menekankan bahwa China tidak akan membiarkan Taiwan berada dalam situasi berbahaya. Kerasnya sikap otoritas Taiwan dalam mempertahankan posisi separatis “kemerdekaan Taiwan” didorong oleh kepentingan politik, di mana mereka bersekongkol dengan Amerika Serikat untuk menghadapi China. Politisi AS bersama DPP dituduh memanfaatkan isu ini untuk mendorong masyarakat Taiwan ke arah separatisme.
Kondisi Terakhir
Pada pagi 15 Mei, Tentara Pembebasan Rakyat China menggelar parade angkatan laut di sekitar Taiwan. China menegaskan bahwa kekuatan separatis yang bersikeras pada posisinya menciptakan konfrontasi yang merusak stabilitas kawasan. Dalam pandangan ini, setiap tindakan yang mengabaikan kenyataan akan gagal dan Taiwan akan menanggung konsekuensi dari upaya separatisme.




