Pop Bali Ary Kencana Memikat Generasi Muda di Saraswati E Fest 2026
Kutipan Media - DENPASAR, NusaBali - Dominasi musisi nasional dalam festival musik modern ternyata tidak menyurutkan eksistensi penyanyi lokal Bali. Hal itu dibuktikan Ary Kencana saat tampil dalam Saraswati E Fest 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (1/3) malam.
Festival yang dipadati ribuan anak muda tersebut menghadirkan bintang utama seperti Feast, Hindia, serta DJ DNA. Namun menariknya, penampilan Ary Kencana justru mampu menyatukan ribuan penonton muda yang tampil trendi dan penuh energi.
Tampil sekitar pukul 17.00 Wita, Ary Kencana sempat diliputi kekhawatiran karena jadwalnya bertepatan dengan waktu masyarakat baru pulang bekerja. Ia mengira suasana penonton belum ramai.
“Awalnya saya ketug bayunya karena dapat jam nyanyi sore, jam orang baru pulang kerja. Tapi astungkara ternyata rame juga,” tulis Ary Kencana di akun Facebook pribadinya.
Kekhawatiran itu langsung terbayar lunas. Sejak naik ke atas panggung, ribuan anak muda langsung merapat ke area depan panggung. Bahkan suasana berubah menjadi sing along massal saat ia membawakan lagu-lagu Bali populernya seperti Baper dan Cinta Terlarang.
Penonton yang didominasi generasi muda tampak hafal setiap lirik lagu dan ikut bernyanyi bersama sepanjang penampilan berlangsung. Momen tersebut menjadi bukti bahwa musik pop Bali tetap relevan di tengah arus musik modern.
Ary Kencana yang tampil didampingi sang istri, Nelly Ambarawati, mengaku puas sekaligus lega melihat respons penonton.
“Pokokne jeg lop lop lop untuk semua yang sudah hadir,” tulisnya, mengekspresikan rasa terima kasih kepada para penggemar.
Keberhasilan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa festival anak muda hanya milik musisi nasional atau genre modern. Penyanyi lokal Bali justru mampu menjadi jembatan antara identitas budaya daerah dengan selera generasi kekinian.
Dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Bali paling laris, Ary Kencana selama ini identik dengan panggung STT, acara adat, hingga pesta pernikahan. Namun penampilannya di festival berskala besar menunjukkan bahwa musik lokal memiliki daya tarik universal.
Fenomena ribuan anak muda bernyanyi bersama lagu Bali di panggung Saraswati E Fest menjadi sinyal kuat bahwa pop Bali tidak hanya bertahan, tetapi juga terus menemukan pendengar baru di kalangan generasi muda.
Untuk diketahui, Ary Kencana termasuk penyanyi yang cukup terbuka soal tarif manggung. Dalam satu kesempatan berbincang dengan NusaBali, penyanyi yang juga pengusaha ini menyebut besaran honor berbeda tergantung jenis acara.
“Untuk acara STT sekitar Rp 9 juta, sesangi atau naur sesangi sekitar Rp 10 juta, pemerintahan/perusahaan sekitar Rp 12 juta, festival lapangan Rp 12–15 juta, job luar daerah seperti Nusa Penida Rp 16–18 juta,” ungkapnya.
Dengan rata-rata sekitar 10 job per bulan saja, potensi penghasilannya mencapai Rp 100 juta. Bahkan pada periode padat akhir 2025 hingga awal 2026, pendapatannya sempat menembus Rp 300 juta per bulan. “Astungkara bulan Maret ini, job manggung saya full, bahkan ada satu hari bisa di tiga tempat,” ucapnya, tanpa bermaksud menyombongkan diri. *isu




