Prabowo Serukan Persatuan dalam Pemberantasan Korupsi
JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai upaya penegakan hukum di Tanah Air tidak pernah berjalan mudah. Setiap kali pemerintah berupaya membersihkan praktik korupsi, selalu muncul perlawanan dari kelompok-kelompok yang merasa terancam kepentingannya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar. Namun demikian, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak gentar dan memiliki tekad kuat dalam menghapus kemiskinan dari negeri ini.
“Kita tidak boleh takut, kita tidak boleh gentar, kita tidak boleh rendah hati, kita berani dan kita bersama-sama, kita akan berhasil menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Indonesia, terutama kekayaan alam yang dinilainya sangat melimpah. Ia mengungkapkan bahwa setelah menjabat sebagai presiden, dirinya semakin memahami besarnya aset bangsa berdasarkan berbagai data dan fakta yang dipelajarinya.
“Yang Maha Kuasa telah memberi kepada Bangsa Indonesia kekayaan yang luar biasa. Setelah saya menjadi presiden, saya mempelajari data-data, fakta-fakta, luar biasa kekayaan kita,” katanya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan tersebut hanya akan membawa manfaat apabila mampu dijaga dan dikelola dengan baik. Ia mempertanyakan kesiapan bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan dan mengakui berbagai kelemahan yang masih ada.
“Apakah kita mampu? Apakah kita berani menjaga kekayaan itu? Apa kita berani menghadapi kesulitan? Apakah kita berani mengakui bahwa bangsa ini masih banyak kesulitan dan kelemahan,” ucapnya.
Di hadapan jajaran MUI, Prabowo kembali menyerukan pentingnya persatuan nasional. Ia meminta seluruh rakyat, terutama para pemimpin, untuk bersama-sama menjaga keutuhan republik dan melindungi kekayaan negara dari praktik-praktik koruptif.
“Sekarang di hadapan majelis Ulama Indonesia, di hadapan saudara-saudara semua, sekali lagi saya menggugah, sekali lagi saya memohon, marilah kita bersatu, kita harus menjaga republik ini, kita harus menjaga kekayaan bangsa ita, kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia,” tuturnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan perjuangan berat. Ia menyebut, setiap langkah penegakan hukum kerap diiringi dengan serangan balik dari kelompok koruptor yang berupaya menciptakan kegaduhan dan perpecahan.
“Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukuman, kita mau menegakkan keadilan, kita mau menegakkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik,” kata Prabowo.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan karena kelompok tersebut tidak menginginkan hadirnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Tetapi saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum untuk menegakkan undang-undang dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan, oleh karena itu saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun.”
Prabowo menutup pidatonya dengan menyatakan bahwa dukungan dan kepercayaan dari Majelis Ulama Indonesia menjadi sumber tambahan keberanian baginya untuk terus melangkah menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia.




