Kutipan Media - JAKARTA – Penanganan banjir menjadi prioritas pembahasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan Musrenbang tahun 2026 Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (26/2) yang berlangsung di aula kantor kecamatan setempat.
Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi dalam paparannya penanganan banjir dan genangan di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan menjadi program prioritas. Dimana pembangunan sheetpile saat ini masih memiliki progres di bawah 20 persen. “Kami berharap tahun 2026 dan 2027 pembangunan sheetpile sudah selesai, sehingga wilayah RW 05 Kedoya Selatan bebas banjir,” ujarnya.
Program prioritas lainnya peningkatan jembatan mobil di Jl Sholeh Kelurahan Sukabumi Selatan dan peningkatan jembatan mobil di Jl Daud Kelurahan Sukabumi Utara. Selain itu, juga pembangunan trotoar Jl Kedoya Raya sisi Selatan Kelurahan Kedoya Utara dan Kedoya Selatan.
Agus Mulyadi mengungkapkan Musrenbang mebahas 315 usulan. Dari total 315 usulan, sebanyak 300 usulan fisik dan 5 usulan non-fisik berhasil diakomodir. Sedangkan 10 usulan yang tidak dapat ditindaklanjuti karena kendala status aset dan hambatan teknis lainnya di lapangan.
Sementara itu Sekretaris Kota (Sekko) Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim menekankan pentingnya akurasi dan transparansi dalam pengelolaan usulan warga.
“Hal ini penting saya sampaikan, jangan ada usulan dari masyarakat tidak terkawal dengan baik apalagi hilang hingga tidak terealisasi,. Sehingga harapannya memberi dampak dan manfaat yang baik bagi masyrakat” ujar Firman.
Akurasi prioritas dalam memastikan usulan yang dipilih benar-benar mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat, kemudian inventarisasi menyeluruh dengan melakukan pendataan usulan yang masuk langsung ke UKPD, tidak hanya terbatas pada usulan Rembuk RW.
“Dengan memberikan informasi jelas sebagai edukasi mengenai rencana pembangunan 2027 dan menjelaskan kendala teknis (seperti status aset jalan) jika ada proyek tahun 2026 yang belum terealisasi guna menghindari miskomunikasi,” katanya.(ta)