Profil dan Kekayaan Anggota DPR Ahmad Sahroni
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang kontroversial terkait wacana pembubaran DPR. Legislator dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menilai kritik tersebut sebagai hal yang berlebihan dan menyebut pihak-pihak yang mengusulkan pembubaran sebagai 'orang tolol'.
"Apakah dengan membubarkan DPR emang meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini, belum tentu," ungkap Sahroni setelah melakukan kunjungan kerja di Sumatera Utara pada Jumat, 22 Agustus 2025. Saat ini, Sahroni tercatat sebagai anggota Komisi I DPR setelah sebelumnya dimutasi dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III.
Rekam Jejak Karir
Ahmad Sahroni memulai karirnya sebagai sopir di PT Niaga Gemilang Samudra pada tahun 1998. Setahun kemudian, ia bergabung dengan PT Millenium Inti Samudra dan meniti karier hingga menjabat sebagai Direktur Operasional pada tahun 2002. Selama periode 2003 hingga 2008, Sahroni juga menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan, termasuk PT Sagakos Intec dan PT Ekasamudra Lima.
Karir politik Sahroni dimulai pada tahun 2014 ketika ia terpilih sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem. Pada tahun 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan pernah juga menjabat sebagai Ketua Pelaksanaan Formula E pada tahun 2021.
Kekayaan dan Aset
Sahroni tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya sebanyak sembilan kali sejak tahun 2014. Pada laporan pertama di tahun 2014, total kekayaannya mencapai Rp 2,86 miliar. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbarunya pada tahun 2024, total kekayaannya melonjak menjadi Rp 328,9 miliar.
- Aset tanah dan bangunan: Rp 139,5 miliar (19 aset di Jakarta dan Badung, Bali)
- Aset kendaraan: Rp 38,1 miliar (28 kendaraan, termasuk mobil Ferrari, Porsche, Tesla X75D, dan motor Harley Davidson Road Glide)
- Harta bergerak lainnya: Rp 107,7 miliar
- Surat berharga: Rp 60 juta
- Kas dan setara kas: Rp 78,3 miliar
Utang yang dimiliki Sahroni tercatat sebesar Rp 34,9 miliar. Dengan pertumbuhan kekayaan yang signifikan ini, Ahmad Sahroni menjadi salah satu legislator yang menarik perhatian dalam konteks pembahasan kekayaan pejabat publik di Indonesia.




