Progres Pembangunan Pabrik CAEDC Chandra Asri Capai 50% di Cilegon
Sumber Foto: Iconomics
Nasional

Progres Pembangunan Pabrik CAEDC Chandra Asri Capai 50% di Cilegon

PT Chandra Asri Alkali (CAA) menyebut progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten telah mencapai 50%. Pada September tahun 2025 lalu, progres pembangunan pabrik tersebut telah mencapai 33%.

“Pabrik CAEDC merupakan salah satu langkah strategis Chandra Asri Group untuk memperkuat fondasi industri kimia dalam negeri lebih resilien dan terintegrasi. Melalui peningkatan kapasitas produksi bahan kimia strategis di dalam negeri, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui peluang ekspor produk EDC. Kami berharap kehadiran Pabrik CA-EDC ini akan semakin mengukuhkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di Kawasan Asia Tenggara,” kata Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra dalam keterangannya.

Perseroan menyebut pengembangan fasilitas ini turut memberikan kontribusi ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Selama fase konstruksi, sekitar 3.000 tenaga kerja telah terserap, dan setelah beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027, diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru.

Baca Juga : Semester I-2022 Alami Rugi, Chandra Asri Catatkan Laba Bersih Setelah Pajak di Semester I-2023

Pada fase awal operasional, fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik, serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Kapasitas ini dirancang untuk memperkuat pasokan bahan kimia strategis di dalam negeri sekaligus mengoptimalkan peluang pasar regional.

Dalam proyeksi jangka panjang, produksi soda kaustik diperkirakan dapat mensubstitusi impor hingga 827 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar US$293 juta atau setara Rp4,9 triliun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diperuntukkan bagi pasar ekspor, dengan potensi devisa sekitar US$300 juta atau setara Rp5 triliun per tahun.

Dengan pencapaian progres 50% ini, Chandra Asri Group menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri kimia nasional melalui peningkatan kapasitas produksi domestik, penguatan rantai pasok, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:

Instagram: the.iconomics

TikTok: @theiconomics

YouTube: @theiconomics

X: theiconomic

LinkedIn: The Iconomics

Baca Juga : Chandra Asri Bersama Nippon Shokubai Group akan Produksi Bahan Baku Ramah Lingkungan