Pujawan Perkenalkan Diri Lewat Single Debut 'Kasus Perselingkuhan' di Musik Pop Bali
Hiburan

Pujawan Perkenalkan Diri Lewat Single Debut 'Kasus Perselingkuhan' di Musik Pop Bali

Kutipan Media - DENPASAR, NusaBali.com - Industri musik pop Bali kembali kedatangan pendatang baru. Penyanyi bernama Pujawan hadir dan memperkenalkan diri lewat single debut berjudul ‘Kasus Perselingkuhan’ yang dirilis bersama label Simanis Music.

Meski baru muncul di industri rekaman, Pujawan mengaku perjalanan bermusiknya bermula dari hal sederhana. Ia awalnya hanya bernyanyi sebagai hiburan tanpa pernah membayangkan musik akan menjadi jalur serius dalam hidupnya.

“Awalnya hanya iseng ikut nyanyi, sekadar hiburan, bukan profesi. Tapi akhirnya diberi kesempatan rekaman dan mencoba serius,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Single kasus perselingkuhan dipilih sebagai lagu debut karena dianggap memiliki cerita emosional yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Lagu ciptaan Dek Arda ini mengangkat kisah pengkhianatan dalam hubungan, menggambarkan campuran rasa kecewa, marah, namun masih menyisakan cinta.

Menurut Pujawan yang kini berusia 40 tahun, tema tersebut bukan sekadar drama romantis, melainkan refleksi sosial. Ia menilai fenomena perselingkuhan semakin relevan di era media sosial ketika komunikasi menjadi semakin mudah dan godaan hadir di berbagai ruang digital.

“Lagu ini seperti cermin realita. Kadang hubungan terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya menyimpan masalah,” jelas penyanyi asal Banjar Petapan Kaja, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Proses produksi lagu terbilang singkat. Rekaman hingga finalisasi distribusi digital hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu di Manis Music Studio, mulai dari rekaman vokal, mixing, mastering hingga perilisan.

Bahkan penggarapan video klip dilakukan kurang dari dua hari sebelum akhirnya diunggah di kanal YouTube Simanis Music.

Dalam bermusik, Pujawan mengaku terinspirasi oleh penyanyi Bali, Budi Arsa yang kini sedang naik daun. Ia mencoba menghadirkan warna pop Bali dengan pendekatan emosional yang lebih dalam, namun tetap mempertahankan karakter rasa Bali dalam pengucapan dan penjiwaan lagu.

“Yang saya coba bawa adalah feeling lagu. Pop Bali tetap punya identitas, tapi emosinya ingin saya buat lebih terasa,” katanya.

Sebagai pendatang baru, strategi yang ia pilih cukup sederhana, yakni konsisten berkarya dan aktif memperkenalkan diri melalui media sosial. Ia juga membuka peluang merilis karya berikutnya dengan tema yang lebih beragam, tidak hanya soal patah hati tetapi juga cinta dan kehidupan sosial masyarakat.

Di balik kemunculan Pujawan, peran produser Dek Suar menjadi kunci penting.

Produser Simanis Music ini mengungkapkan keputusan merilis Pujawan bukan semata karena kemampuan vokal, tetapi juga sikap dan keseriusannya selama proses rekaman.

“Attitude dan keseriusan dia sangat terlihat. Itu jadi pertimbangan utama kami memperkenalkannya tahun ini,” ujar Dek Suar.

Menurutnya, potensi terbesar Pujawan terletak pada kontrol emosi saat bernyanyi serta cara membawakan lagu yang terasa natural tanpa dibuat-buat. Hal tersebut dinilai penting bagi penyanyi baru agar mudah diterima pendengar.

Dek Suar menambahkan, pemilihan lagu kasus perselingkuhan sebagai single debut juga merupakan strategi yang matang. Lagu dengan cerita kuat yang mudah diingat dinilai efektif untuk memperkenalkan nama baru di tengah persaingan musik Bali yang semakin ramai.

“Tema perselingkuhan hampir selalu relevan di pasar pop Bali. Lagu patah hati punya tempat tersendiri di hati pendengar,” jelasnya.

Dek Suar sendiri bukan nama baru di industri musik Bali. Ia dikenal sebagai sosok di balik layar yang pernah turut mendorong perjalanan karier penyanyi Budi Arsa yang hingga dikenal luas. Kini, ia memilih lebih banyak bekerja sebagai produser dan pengarah musikal bagi generasi baru. “Sekarang saya lebih banyak di belakang layar, membantu talenta baru berkembang,” ungkapnya.

Melalui debut ini, Pujawan berharap kehadirannya dapat menjadi bagian kecil dari perkembangan musik pop Bali. Ia ingin karya yang dibawakannya tidak sekadar didengar, tetapi juga mampu menemani cerita hidup para pendengar. “Saya ingin musik Bali terus kita dukung dan banggakan. Mudah-mudahan lagu ini bisa diterima masyarakat,” pungkasnya. *isu

You can share this post!