Rakor Evaluasi Asta Cita 2025: Morowali Diapresiasi atas Survei Mandiri yang Turunkan Data Kemiskinan
Sumber Foto: InfoPublik
Sorotan Utama

Rakor Evaluasi Asta Cita 2025: Morowali Diapresiasi atas Survei Mandiri yang Turunkan Data Kemiskinan

Morowali, InfoPublik — Kabupaten Morowali kembali mencuri perhatian di level provinsi. Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden 2025 yang digelar di Luwuk, Sulawesi Tengah, Morowali menjadi daerah yang paling disorot berkat rangkaian hat-trick prestasi yang diraih dalam waktu berdekatan.

Setelah sebelumnya menerima penghargaan penurunan angka stunting serta apresiasi atas penguatan sektor kesehatan dari Kompas TV, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf kembali mendapat penghargaan signifikan. Kali ini, pujian datang langsung dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan disampaikan secara terbuka di hadapan seluruh kepala daerah peserta rakor.

Gubernur menegaskan kekagumannya terhadap langkah progresif Morowali yang berani melakukan survei mandiri terkait validitas angka kemiskinan. Ia memuji ketegasan dan ketelitian Bupati Iksan yang tidak langsung menerima data resmi tanpa verifikasi lapangan.

“Saya mengapresiasi Bupati Morowali yang tidak percaya begitu saja dengan angka kemiskinan. Dia bikin gerakan, buat survei sendiri. Itu baru namanya. Mindset seperti ini harus dimiliki semua bupati,” ujar Anwar dalam forum yang berlangsung di Hotel Estrella, Luwuk, Senin (17/11/2025).

Survei Mandiri Turunkan Angka Kemiskinan dari 11.000 Menjadi 6.000 Jiwa

Gebrakan survei mandiri yang dilakukan Pemkab Morowali berfokus pada pembenahan data dan verifikasi faktual kondisi masyarakat. Hasilnya mencengangkan: jumlah warga miskin turun signifikan dari 11.000 menjadi 6.000 orang.

“Ini memalukan kalau Sulteng masih 10 persen angka kemiskinannya, sementara Morowali bisa membuktikan angka itu turun jauh,” tegas Anwar, yang menjadikan capaian tersebut sebagai bahan refleksi bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah.

Selain menurunkan angka kemiskinan, keberanian Morowali melakukan verifikasi lapangan juga berdampak pada ketepatan sasaran bansos. Pengalaman Bupati Iksan menemukan warga miskin yang tidak terdata menjadi contoh konkret pentingnya pembenahan data dan pendataan mikro berbasis desa.

Sorotan positif yang kembali mengarah ke Morowali mempertegas posisi kabupaten ini sebagai daerah yang progresif, inovatif, dan menjadi rujukan dalam implementasi program prioritas nasional. Rangkaian hat-trick prestasi—mulai dari penurunan stunting, penguatan layanan kesehatan, hingga pembenahan data kemiskinan—mengukuhkan Morowali sebagai contoh nyata bagaimana kerja berbasis data mampu membawa daerah melesat di level provinsi maupun nasional.

Dengan berbagai capaian tersebut, Morowali memperlihatkan bahwa keberanian mengambil langkah berbeda, verifikasi data yang akurat, dan komitmen menyelesaikan masalah dari akar persoalan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.