Realisasi Investasi Aceh Barat 2025 Capai Rp 764,79 Miliar dengan Pelayanan Digital
Sumber Foto: Serambinews.com
Ekonomi

Realisasi Investasi Aceh Barat 2025 Capai Rp 764,79 Miliar dengan Pelayanan Digital

Ringkasan Berita:

DPMPTSP Aceh Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025.

Total realisasi investasi mencapai Rp 764,79 miliar, meski turun 53 persen dibanding 2024.

Namun, aktivitas investasi menunjukkan tren positif dengan peningkatan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 37 % (1.191 laporan).

Realisasi investasi tertinggi terjadi pada Triwulan III Rp 359,6 miliar, disusul Triwulan II Rp 179,4 miliar, Triwulan IV Rp 121,3 miliar, dan Triwulan I Rp 104,2 miliar.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025, baik dari sisi realisasi investasi maupun peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Di tengah dinamika ekonomi nasional, total realisasi investasi di Aceh Barat tercatat mencapai Rp 764,79 miliar.

Kepala DPMPTSP Aceh Barat, Ifan Murdani SSTP MSi, Sabtu (7/2/2026) mengatakan bahwa sepanjang 2025 pihaknya mengelola anggaran sebesar Rp 5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen atau setara Rp 5,60 miliar.

“Tingginya serapan anggaran ini menunjukkan optimalisasi pelaksanaan program serta konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi,” ujar Ifan.

Secara tahunan, nilai realisasi investasi pada 2025 memang mengalami penurunan sekitar 53 persen dibandingkan tahun 2024.

Namun demikian, aktivitas investasi justru menunjukkan tren positif.

Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar 37 persen, dengan total 1.191 laporan yang diterima sepanjang tahun 2025.

Ifan menjelaskan, berdasarkan data triwulanan, realisasi investasi tertinggi terjadi pada Triwulan III dengan nilai Rp 359,6 miliar.

Selanjutnya Triwulan II sebesar Rp179,4 miliar, Triwulan IV Rp121,3 miliar, dan Triwulan I sebesar Rp 104,2 miliar.

Dari sisi sektor usaha, pertambangan masih menjadi kontributor terbesar investasi di Aceh Barat dengan porsi 47,5 persen atau sekitar Rp 363 miliar. Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,8 persen atau sekitar Rp 158 miliar dari total investasi.

Sementara secara geografis, Kecamatan Meureubo menjadi wilayah dengan nilai investasi tertinggi mencapai Rp 378 miliar atau 49,4 persen dari total realisasi investasi.

Wilayah lain dengan kontribusi signifikan adalah Kecamatan Panton Reu dan Woyla.

Selain capaian investasi, DPMPTSP Aceh Barat juga mencatat kemajuan signifikan dalam transformasi pelayanan publik.

Sepanjang 2025, seluruh proses perizinan atau 100 persen layanan telah dilaksanakan secara online melalui sistem OSS, SICANTIK, dan SIMBG. Total dokumen perizinan dan nonperizinan yang diterbitkan mencapai 3.253 dokumen.