Red Sparks Terpuruk, Kepulangan Megawati ke Korea Terancam
Sumber Foto: harianfajar
Olahraga

Red Sparks Terpuruk, Kepulangan Megawati ke Korea Terancam

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Masa depan kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea musim 2026/2027 di ujung tanduk. Pasalnya, performa Daejeon JungKwanJang Red Sparks kian merosot. Nasib pelatih Ko Hee-jin pun terancam didepak.

Kondisi ini disinyalir menjadi faktor kunci batalnya reuni emosional Megatron dengan klub asal Daejeon tersebut.

Kondisi internal Daejeon JungKwanJang Red Sparks saat ini sedang tidak baik-baik saja. Tim yang identik dengan warna Merah-Hitam ini baru saja mencatatkan rekor kelam dengan 11 kekalahan beruntun di liga.

Hingga pekan ke-30, skuat asuhan Ko Hee-jin terpuruk di posisi juru kunci dengan hanya mengemas 20 poin dari enam kemenangan.

Raihan ini berbanding terbalik dengan memori manis musim 2024/2025, di mana bersama Megawati Hangestri, Red Sparks sukses menembus babak grand final.

Performa yang “hancur lebur” ini memicu gelombang protes dari suporter yang menuntut perombakan total di kursi kepelatihan.

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) sebenarnya telah membuka pintu lebar-lebar bagi kepulangan Megawati melalui perubahan regulasi.

Musim 2026/2027 menandai transisi besar dari sistem draft menjadi bebas transfer untuk pemain asing Asia maupun non-Asia.

Artinya, klub bebas bernegosiasi langsung dengan pemain incaran, asalkan mematuhi batasan gaji (salary cap).

KOVO memberikan ancaman serius bagi tim yang melanggar aturan finansial: Pencoretan instan pemain asing yang bersangkutan; larangan transfer pemain selama dua musim berturut-turut bagi klub yang melanggar.