Kutipan Media - Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jerry M Swandy menyebut pelemahan nilai tukar rupiah menjadi tantangan serius bagi industri teknologi informasi dan telekomunikasi nasional.
Pasalnya, sebagian besar perangkat IT dan infrastruktur jaringan di Indonesia masih bergantung pada komponen serta produk impor.
“Ketika kurs melemah, tekanan biaya pengadaan otomatis meningkat,” kata dia pada Bloomberg Technoz, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, dampak anjloknya rupiah berpotensi dirasakan di berbagai perangkat teknologi, mulai dari laptop dan PC berbasis komponen impor, server dan storage, hingga perangkat jaringan seperti router, switch, dan firewall.
Selain itu, sejumlah komponen pendukung seperti chipset, modul memori, power supply unit (PSU), dan berbagai peripheral lainnya juga dinilai rentan mengalami kenaikan biaya impor.
Baca Juga
Ada Insentif, Purbaya Yakin Data Penjualan Kendaraan Juni Cerah
Perpres Ojol Berlaku, Sayonara GoRide Hemat untuk Mitra Driver
Amran Endus Ketidaksesuaian Proyek Benih Kelapa Senilai Rp3,3 M
Next article →