Smart Farming: Solusi Cerdas untuk Petani Milenial di Kalimantan Timur
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

Smart Farming: Solusi Cerdas untuk Petani Milenial di Kalimantan Timur

Kutipan Media - RRI.CO.ID, Samarinda – Perkembangan teknologi di sektor pertanian membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke dunia usaha tani. Konsep smart farming atau pertanian cerdas kini semakin berkembang sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menarik minat generasi milenial untuk mengelola lahan secara modern dan menguntungkan.

Di Kalimantan Timur, penerapan teknologi pertanian modern mulai menunjukkan hasil positif. Pemanfaatan berbagai perangkat digital dan alat berbasis sensor mampu membantu petani mengelola lahan dengan lebih efisien serta meningkatkan kualitas hasil produksi.

Ketua Duta Petani Milenial Andalan Kaltim, Nanda Ginanjar, menjadi salah satu generasi muda yang berhasil mengembangkan konsep smart farming dalam kegiatan budidaya tanaman. Ia memanfaatkan teknologi modern untuk mengatur kebutuhan tanaman secara lebih presisi.

Dalam praktiknya, Nanda bersama tim bahkan merakit sendiri sejumlah perangkat teknologi sederhana, seperti sensor presisi yang digunakan untuk mengatur pemupukan dan penyiraman tanaman secara otomatis. Teknologi ini membantu petani menyesuaikan kebutuhan tanaman secara lebih akurat.

“Dengan smart farming kami bisa menekan biaya produksi sekaligus menghemat penggunaan air dan pupuk, sehingga proses budidaya menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Motivasi Nanda mengembangkan teknologi pertanian berawal dari minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Ia melihat bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, dunia pertanian justru memiliki potensi besar untuk berkembang sekaligus menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, menilai bahwa smart farming merupakan salah satu pendekatan penting dalam pengembangan pertanian modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Smart farming memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani, sekaligus mengurangi dampak pencemaran karena penggunaan input disesuaikan dengan kebutuhan tanaman,” kata Subhan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pendampingan kepada para petani milenial, mulai dari pengenalan teknologi pertanian hingga dukungan dalam pemasaran hasil produksi. Dukungan pemerintah melalui bantuan alat dan mesin pertanian modern, termasuk drone, juga dinilai mampu mendorong minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian.

Saat ini komunitas petani milenial di Kalimantan Timur yang beranggotakan sekitar 100 orang aktif mengembangkan konsep smart farming. Mereka tidak hanya memanfaatkan teknologi dalam proses produksi, tetapi juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk pertanian premium di berbagai wilayah Kalimantan Timur.