SPPG Padang Sajikan Rendang Istimewa dari Santan Kelapa Petikan Beruk Terlatih
Rendang Daging dari Proses Unik
Jakarta (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah Piai Nan XX, yang berlokasi di Kota Padang, Sumatera Barat, memperkenalkan sajian rendang daging yang istimewa. Keunikan dari rendang ini terletak pada santan dan minyak kelapa yang digunakan, yang diambil dari kelapa yang dipetik oleh beruk atau monyet terlatih.
Proses Pemetikan Kelapa
Proses pembuatan rendang ini diunggah melalui akun Instagram resmi SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX dengan judul “Story Marandang” pada Kamis, 22 Januari. Dalam video yang ditampilkan, terlihat beruk-beruk tersebut berlari memanjat pohon kelapa dan menggunakan kekuatan kaki serta tangan untuk menjatuhkan buah kelapa. Setelah dipetik, kelapa-kelapa tersebut diolah menjadi santan.
Pengolahan di Dapur SPPG
Santan yang dihasilkan kemudian dibawa ke dapur SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX untuk diolah menjadi bumbu dasar rendang. Di dapur tersebut, para pekerja terlihat bekerja sama dengan kompak, melakukan berbagai tugas mulai dari menghaluskan bawang hingga mengaduk santan hingga matang.
Menu yang Dihidangkan
Setelah proses masak selesai, menu masakan tersebut dibagikan dalam porsi ke dalam ompreng atau wadah makanan. Pada video tersebut, terlihat paket menu MBG hari itu terdiri dari nasi putih, rendang daging, tahu goreng, dan buah jeruk. Paket menu ini kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah setempat, dan anak-anak tampak gembira saat menyantap rendang daging yang disajikan.
Komentar Ahli tentang Keunikan Rendang
I Dewa Made Agung, pendiri Indonesia Food Security Review, memberikan komentar tentang menu MBG yang unik dan istimewa dari SPPG Tanah Sirah Piai Nan XX. Ia menjelaskan bahwa beruk yang digunakan untuk memetik kelapa dilatih khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Menurutnya, rasa rendang yang dihasilkan dari kelapa yang dipetik oleh beruk ini berbeda dari rendang lainnya.
“Beruk ini punya sekolah, punya kepala sekolah sendiri, dan dilatih khusus untuk memanjat dan memilih kelapa terbaik. Walaupun banyak orang bisa masak rendang, tapi rasanya tak akan sama,” ungkap Agung. Ia menambahkan, “Karena salah satu kunci rasa bumbu rendang ada di minyak kelapanya. Dari alam, ke dapur SPPG, ke piring anak-anak Indonesia.”




