Tensions Rising in the Middle East: Reactions from Trump and UN Warnings
Sumber Foto: SaireriNews
Inti Pernyataan

Tensions Rising in the Middle East: Reactions from Trump and UN Warnings

Pertikaian di Timur Tengah semakin memanas, dengan reaksi yang datang dari berbagai penjuru, termasuk pernyataan tegas Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menanggapi kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Macron menegaskan bahwa Prancis "tidak diajak berkonsultasi" mengenai peluncuran serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran, serta menekankan bahwa Prancis "tidak berpartisipasi" dalam konflik tersebut. Pernyataan ini muncul setelah Trump menuduh Prancis "sangat tidak kooperatif" karena melarang penerbangan militer menuju Israel yang melewati wilayahnya.

Sejak awal konflik, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai lebih dari 1.300 orang. Situasi ini semakin diperparah oleh pernyataan dari Iran, yang menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi "musuh" mereka. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan mereka dan tidak akan dibuka meskipun ada permintaan dari Trump terkait gencatan senjata.

Iran juga membantah klaim Trump bahwa mereka meminta gencatan senjata. Juru bicara diplomasi Iran, Esmaïl Baghaï, menilai pernyataan Trump sebagai salah dan tidak berdasar. Di sisi lain, serangan rudal Iran terhadap Israel baru-baru ini mengakibatkan 14 orang terluka di Israel, termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dalam kondisi serius. Layanan darurat Israel melaporkan bahwa mereka menerima informasi mengenai jatuhnya amunisi di wilayah Tel Aviv dan sekitarnya.

Sementara itu, harga minyak Brent terpantau turun di bawah $100 per barel. Penurunan ini dipicu oleh harapan akan deeskalasi ketegangan di Timur Tengah, seiring dengan pernyataan Trump yang mengisyaratkan bahwa AS akan "meninggalkan" Iran dalam waktu dekat. Pada pukul 09:15 waktu setempat, harga satu barel minyak Brent untuk pengiriman bulan Juni tercatat turun 4,54% menjadi $99,25.

Di Prancis, harga bahan bakar SP95-E10 mencatatkan kenaikan signifikan, mencapai dua euro per liter, yang merupakan batas simbolis. Sejak 27 Februari, atau sehari sebelum serangan pertama Israel-Amerika di Iran, harga SP95-E10 mengalami kenaikan 28 sen per liter, atau meningkat 16,26%.