Timnas Voli Indonesia Siapkan Kombinasi Pemain Menuju AVC Cup 2026
Indonesia memastikan akan tampil pada Kejuaraan Voli Asia atau AVC Cup 2026 untuk kategori putra dan putri. Kepastian tersebut diperoleh setelah Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) merilis daftar resmi peserta pada Senin (2/2/2026) malam.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menegaskan bahwa proses pembentukan tim nasional masih berjalan. Dalam persiapan menuju turnamen tingkat Asia tersebut, strategi mengombinasikan pemain senior dan yunior kembali menjadi pilihan utama.
Baca Juga:
Wakil Kepala Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menyatakan bahwa pendekatan kombinasi senior dan yunior akan kembali diterapkan seperti pada ajang internasional sebelumnya. Menurut dia, strategi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga daya saing, tetapi juga memastikan proses regenerasi berjalan berkesinambungan.
“Kami tetap akan mengombinasikan kekuatan senior dan yunior. Namun, terkait komposisi berapa persen pemain senior dan yunior, itu masih akan dikoordinasikan dengan pelatih,” ujar Loudry yang kami kutip dari Kompas, Kamis (5/2).
Pendekatan ini merujuk pada pengalaman timnas Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Saat itu, mayoritas skuad diisi pemain yunior dengan porsi sekitar 65 persen. Meski timnas putra gagal mempertahankan medali emas dan timnas putri meraih perunggu, performa pemain muda dinilai menunjukkan perkembangan signifikan.
Kombinasi tersebut menggabungkan pengalaman pemain senior seperti Megawati Hangestri di sektor putri dan Rivan Nurmulki di sektor putra dengan pemain muda potensial, di antaranya Syelomitha Wongkar dan Boy Arnez Arabi.
Tim Putri Mulai Seleksi, Tim Putra Tunggu Pelatih Baru
Untuk sektor putri, PP PBVSI telah menerima daftar awal berisi sekitar 32 pemain yang diajukan oleh pelatih. Daftar tersebut akan kembali mengerucut melalui proses seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai skuad final AVC Cup 2026.
“Untuk pemain putri sudah ada namanya, sekitar 32 pemain. Nanti ada seleksi lagi dan sudah disampaikan pelatih kepada Ketua Umum PP PBVSI,” kata Loudry.
Sementara itu, pembentukan timnas putra masih menunggu penunjukan pelatih baru. Hingga kini, PP PBVSI belum menetapkan pengganti Jeff Jiang Jie, pelatih asal China yang diberhentikan setelah timnas putra gagal mempertahankan emas di SEA Games Thailand 2025.
Jeff sebelumnya tercatat membawa Indonesia meraih dua medali emas SEA Games, masing-masing pada edisi Vietnam 2021 dan Kamboja 2023. Proses pencarian pelatih baru menjadi salah satu faktor penentu penyusunan komposisi tim putra menuju AVC Cup 2026.
Loudry menambahkan bahwa pembentukan tim nasional biasanya mulai mengerucut menjelang fase final four dan grand final Proliga 2026. Kompetisi kasta tertinggi bola voli nasional itu baru menyelesaikan putaran pertama babak reguler, dengan final four dan grand final dijadwalkan berlangsung pada April.
Jadwal dan Negara Peserta AVC Cup 2026
AVC Cup 2026 sektor putri akan digelar lebih dulu di Filipina pada 6–14 Juni 2026. Turnamen ini diikuti 12 negara, yakni Filipina sebagai tuan rumah, Australia, Hong Kong, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea Selatan, Kirgistan, Lebanon, China Taipei, Uzbekistan, dan Vietnam.
Adapun timnas putra Indonesia dijadwalkan berlaga pada AVC Cup 2026 di Ahmedabad, India, pada 20–28 Juni 2026. Sebanyak 12 negara akan ambil bagian, yaitu India sebagai tuan rumah, Australia, Bahrain, Indonesia, Kazakhstan, Korea Selatan, Selandia Baru, Oman, Pakistan, Qatar, China Taipei, dan Thailand.
SEA Games Jadi Pelajaran Timnas Putra
Hasil SEA Games Thailand 2025 turut menjadi bahan evaluasi dalam persiapan menuju AVC Cup 2026. Setelah meraih emas dalam tiga edisi beruntun, timnas putra Indonesia harus puas dengan medali perak usai kalah dari Thailand pada partai final.
Kapten timnas putra, Jasen Kilanta, menyebut tim datang dengan optimisme tinggi setelah menjalani persiapan panjang, termasuk pemusatan latihan di China. Namun, tekanan laga final dan dukungan penuh publik tuan rumah membuat Thailand tampil lebih percaya diri.
Asisten pelatih Erwin Rusni menilai pertandingan tersebut menunjukkan pentingnya peran pemain senior dalam situasi krusial. Ia menegaskan bahwa figur berpengalaman seperti Rivan Nurmulki masih sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas permainan sekaligus membimbing pemain muda.
“Regenerasi memang penting, tetapi sosok pemain senior dengan pengalaman panjang di timnas dan kompetisi luar negeri sangat membantu memperlancar proses regenerasi itu sendiri,” ujar Erwin.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia hingga Juni, PP PBVSI berharap perpaduan pemain senior dan yunior mampu membawa timnas Indonesia tampil kompetitif dan konsisten pada AVC Cup 2026.




