Kutipan Media - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diarahkan untuk mempercepat pembangunan desa dan membuka akses ekonomi masyarakat melalui infrastruktur di wilayah terpencil. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan TMMD Reguler Ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.
TMMD yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota hingga 13 Agustus 2026 ditujukan untuk daerah yang masih membutuhkan pembangunan. Taj Yasin menekankan bahwa program ini fokus pada pembangunan jalan ekonomi di perdesaan untuk mendukung para petani.
Pembangunan infrastruktur tidak hanya mencakup jalan dan jembatan, tetapi juga melibatkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh masyarakat di pelosok. TMMD, yang telah berlangsung lebih dari 40 tahun, menjadi bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat serta peran dalam mempercepat pembangunan wilayah perdesaan yang terisolasi.
Taj Yasin juga menekankan pentingnya integrasi berbagai program prioritas, termasuk ketahanan pangan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih, dan penanaman pohon. Selain itu, dia menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD tahun 2026 didukung oleh anggaran Pemprov Jateng sebesar Rp33,2 miliar.
Komandan Komando Distrik Militer 0703/Cilacap Letnan Kolonel Infanteri Aryudha Sakti menyebut Desa Bingkeng dipilih karena masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih baik untuk mobilitas ekonomi. Sasaran fisik TMMD di desa tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 800 meter, talut sepanjang 120 meter, dan satu unit jembatan. Selain itu, ada rehabilitasi RTLH dan penanaman 1.000 pohon, serta kegiatan nonfisik seperti pelayanan kesehatan dan pelatihan kewirausahaan. Aryudha melaporkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang telah bergotong royong menyiapkan pekerjaan sebelum pembukaan program.