Travel Umrah Balikpapan Tunda Pemberangkatan Akibat Ketegangan AS–Israel dan Iran
Lifestyle

Travel Umrah Balikpapan Tunda Pemberangkatan Akibat Ketegangan AS–Israel dan Iran

Kutipan Media - BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Pelaku travel umrah di Balikpapan diliputi rasa waswas menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang berdampak pada situasi keamanan di Timur Tengah.

Mereka memilih mengikuti arahan Kementerian Haji dan Umrah yang mengimbau pembatalan umrah hingga situasi kembali normal.

Owner salah satu travel haji dan umrah di Balikpapan, Ahmad Basir, menilai konflik yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat dan Israel secara umum berdampak pada perjalanan religi ke kawasan tersebut.

“Secara umum pasti sangat berdampak akibat agresi militer atau perang di Timur Tengah,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Pemberangkatan Ditunda, Jemaah Ada yang Tertahan

Basir menyebutkan, perusahaannya hampir setiap bulan memberangkatkan jemaah, baik untuk umrah, haji, maupun perjalanan religi lainnya ke Timur Tengah. Namun, saat ini tidak ada pemberangkatan yang dilakukan.

“Terakhir jemaah kami kembali ke Tanah Air pada awal Februari kemarin. Sesuai jadwal, pemberangkatan berikutnya baru pada Juli 2026,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku tetap waswas jika situasi tak kunjung membaik. Ia khawatir penyelenggaraan ibadah haji juga dapat terganggu apabila konflik berkepanjangan.

Menurut informasi yang diterimanya dari sesama pelaku travel, ada jemaah dari biro lain yang tertahan di Jeddah maupun masih menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Saat ini, kendala terutama dialami jemaah umrah yang menggunakan maskapai Timur Tengah karena belum dapat kembali ke Tanah Air.

Ia menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah dan otoritas terkait yang telah mengimbau penundaan pemberangkatan hingga ada informasi lebih lanjut.

“Kami akan mengikuti arahan pemerintah demi keamanan jemaah,” ujar owner travel umrah Wahyu Abadi Wisata ini.

Basir juga mengutuk serangan Israel ke Iran dan berharap situasi di Timur Tengah segera pulih agar perjalanan haji dan umrah kembali normal dan aman.

Jemaah Pra-Ramadan Dipastikan Aman

Pengusaha travel haji dan umrah di Balikpapan lainnya, Hendra Cristian, memastikan seluruh jemaah yang dia berangkatkan sebelum Ramadan telah kembali ke Tanah Air tanpa kendala.

“Konflik ini kan baru pecah di akhir Februari. Kalau kami, sebelum Ramadan memang ada yang berangkat. Mereka sudah kembali dan kondisinya aman,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jemaah terakhir dari perusahaannya tiba di Indonesia pada 26 Februari 2026, atau sebelum perang pecah. Saat ini tidak ada lagi jemaah yang berada di Tanah Suci.

You can share this post!