Sumber Foto: Smart Newsroom
Kata Media
Vaksin COVID-19: Harapan Baru untuk Pemulihan Ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam survei terbaru mengungkapkan bahwa warga Indonesia di 158 wilayah dari Aceh hingga Papua siap untuk kembali bekerja dalam memasuki era normal baru (new normal) mulai 5 Juni 2020.
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, dalam video conference di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa riset lembaganya menunjukkan bahwa Indonesia dapat kembali beroperasi secara bertahap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
"Sektor bisnis berskala besar maupun bisnis kecil menengah dapat kembali beroperasi dengan panduan kesehatan di tempat kerja masing-masing. Indonesia mampu memulihkan ekonomi lebih cepat dan menjaga stabilitas kesehatan masyarakat," tuturnya.
Masloman menjelaskan bahwa ada lima alasan utama yang mendasari keputusan ini. Pertama, wilayah yang dibuka adalah wilayah dengan penyebaran virus Corona yang terkontrol. Dari 158 wilayah tersebut, 124 wilayah belum melaporkan kasus COVID-19, sementara 33 wilayah lainnya telah berhasil mengendalikan penyebaran virus setelah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Kedua, strategi penanganan COVID-19 melalui kebijakan PSBB telah menunjukkan hasil positif, dengan masyarakat tetap di rumah dan pemerintah aktif melakukan kontrol penyebaran virus.
Ketiga, pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan antara kesehatan fisik dan ekonomi. Para ekonom menunjukkan bahwa dampak pandemik COVID-19 terhadap ekonomi perlu diatasi dengan bijak.
Keempat, dengan protokol kesehatan yang ketat, penyebaran virus dapat dikontrol secara efektif. Pemerintah Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin yang diharapkan dapat tersedia pada tahun 2022.
Kelima, Indonesia tidak sendirian, karena negara-negara tetangga juga telah membuka kembali ekonomi mereka. Keputusan untuk membuka aktivitas ekonomi di 158 wilayah pada 5 Juni 2020 didasarkan pada data perkembangan kasus dan pengalaman negara lain.
"Dengan langkah ini, Indonesia menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi dan melanjutkan aktivitas ekonomi sambil tetap menjaga kesehatan masyarakat," pungkas Ikrama.



