Kutipan Media - Ringkasan Berita:
Warga Eramas 2000, Pulogebang, memprotes rencana penambahan dapur SPPG/MBG karena dinilai tak perlu persetujuan lingkungan dan berpotensi melanggar zonasi.
Mereka khawatir dampak sosial dan keamanan karena sudah ada tiga dapur dengan puluhan pekerja dari luar lingkungan.
Pemkot Jaktim menyatakan akan memediasi dan memantau perkembangan sebelum keputusan final diambil.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rencana penambahan satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Perumahan Eramas 2000, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, menuai penolakan warga.
Warga menilai pembangunan dapur tersebut perlu mempertimbangkan izin lingkungan, kondisi sosial permukiman, serta aturan zonasi kawasan hunian.
Penolakan itu mengemuka dalam audiensi antara perwakilan warga, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, dan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Kamis (26/2/2026).
Warga Terkejut Disebut Tak Perlu Persetujuan Lingkungan
Namun, menurut Ketua RT 01/15, Deden Adi, warga mengaku terkejut setelah mendengar pernyataan bahwa pendirian dapur MBG tidak memerlukan persetujuan masyarakat sekitar.
“Katanya dari BGN tidak perlu adanya persetujuan dari masyarakat. Ini juga mengagetkan kami juga ya, karena kan kami ada di lingkungan itu,” kata Deden, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, persoalan teknis memang tidak dibahas rinci, namun pernyataan soal tidak perlunya persetujuan warga menjadi sorotan utama.
“Tadi sih memang tidak dibahas. Ya pokoknya tidak dibahasnya begini. Katanya dari BGN tidak perlu adanya persetujuan dari masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Deden menegaskan warga tidak menolak program pemerintah.
“Pak di sini sih pada mendukung pak, artinya SPPG ini atau MBG ini kan merupakan proyek pemerintah yang luar biasa. Membantu pemerintah, membantu masyarakat, begitu kan. Tapi masalahnya di situ saja sih, karena memang sudah agak banyak di sini,” katanya.
Sudah Ada Tiga Dapur, Warga Khawatir Dampak Sosial
Di kawasan Eramas 2000, saat ini sudah terdapat tiga dapur MBG.
Penambahan satu unit baru dinilai berpotensi memunculkan persoalan baru.
“Karena dapur MBG di sini kan sudah tiga. Jika ada tambahan satu, itu memang jadi agak sedikit persoalan lah,” ujar Deden.
Ia menjelaskan, perumahan tersebut telah lama menjadi kawasan hunian tertutup yang solid dan kondusif.