Willy Aditya Ajak Masyarakat Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Sumber Foto: Liputan6.com
Inti Pernyataan

Willy Aditya Ajak Masyarakat Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Willy Aditya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mengapresiasi kegiatan literasi yang bertujuan menggaungkan nilai Pancasila. Dalam acara "Bicara Buku" yang diselenggarakan oleh MPR, ia menceritakan perjalanan pribadinya dalam mengenal dan mendalami Pancasila sejak masa sekolah.

Menurut Willy, literasi dalam membaca, menulis, dan berdiskusi merupakan bagian penting dalam membangun cara berpikir kritis mengenai Pancasila. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan metodologis dan induktif yang dicetuskan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945, yang menekankan bahwa Pancasila harus digali dari pengalaman hidup masyarakat, bukan diajarkan secara dogmatis dari atas ke bawah seperti pada masa Orde Baru.

"Selama ini kita sering terjebak meletakkan Pancasila sebagai cita-cita yang tinggi, seperti surga," ungkap Willy, merujuk pada pandangan Filsuf Karlina Supelli. Ia menegaskan bahwa Pancasila seharusnya dipahami sebagai laku sosial, dengan mencontohkan tradisi Pela Gandong di Maluku, yang menunjukkan nilai toleransi yang telah berakar di masyarakat.

Willy Aditya menekankan bahwa Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. "Bung Karno meletakkan Pancasila sebagai way of thinking, way of life," jelasnya. Ia mengajak semua pihak, terutama pendidik, untuk tidak menjadikan Pancasila sekadar hafalan, tetapi sebagai prinsip yang harus diterapkan dalam tindakan sehari-hari, seperti saling menghormati dan bergotong royong.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya perlu dibaca dan dihayati, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Ia menyebutkan bahwa Pancasila adalah ideologi yang mampu menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa.

"Pancasila adalah salah satu ideologi kita yang bisa menjaga kerukunan bangsa. Pancasila inilah yang dapat menjaga negara kita sampai saat ini," ujarnya. Siti juga menyoroti tantangan menurunnya minat baca di kalangan generasi muda di era digital, dan menekankan perlunya upaya besar untuk membangkitkan kembali semangat literasi.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, dengan harapan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan generasi muda. "Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, menjadi masukan dalam keseharian kita, dan kehidupan kita selanjutnya," imbuh Siti Fauziah.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan plakat dari Perpustakaan MPR RI kepada Willy Aditya, serta penyerahan buku oleh Willy kepada jajaran Sekjen MPR RI. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan narasumber seperti Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan ITB, Dr. Epin Saepudin, M.Pd, serta Founder Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari, S.E., M.A., yang dipandu oleh Panyiar Televisi, Rahma Sarita Aljufri, SH.