Wilma Salas Sebut Megawati Hangestri sebagai Inspirasi di Proliga 2026
Sumber Foto: Blitar Kawentar
Olahraga

Wilma Salas Sebut Megawati Hangestri sebagai Inspirasi di Proliga 2026

BLITAR - Dunia voli Indonesia kembali menjadi sorotan internasional setelah pengakuan mengejutkan dari bintang voli asal Kuba, Wilma Salas. Pemain andalan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026 ini secara terbuka menyebut Megawati Hangestri Pertiwi alias Megatron sebagai sosok inspirasinya. Pernyataan ini sontak menggemparkan penggemar voli di tanah air dan membuktikan reputasi Megawati sebagai ikon voli Indonesia yang dihormati dunia.

Wilma Salas, oposit internasional yang telah berkarier di berbagai liga top dunia, menegaskan bahwa Megawati menjadi teladan dalam profesionalisme dan semangat juang di lapangan. “Megawati bukan hanya pemain hebat, tetapi juga inspirasi nyata bagi banyak atlet muda,” tulis akun Instagram resmi JPE dalam unggahannya yang menampilkan profil Wilma Salas. Dengan prestasi yang luar biasa di Proliga 2026, peran Megawati di skuad JPE tidak bisa dipandang sebelah mata.

Megawati Hangestri, Pilar Kunci Jakarta Pertamina Enduro

Sejak bergabung dengan JPE, Megawati telah membuktikan kualitasnya sebagai pilar tim. Sebagai oposit utama, ia membangun chemistry solid dengan dua pemain asing lainnya, Wilma Salas dan Yana Sherban. Trio ini menjadi kekuatan dominan yang menakutkan bagi lawan-lawan mereka. Statistik pun berbicara: Wilma Salas berada di peringkat keempat top skor Proliga 2026 dengan 191 poin, Yana Sherban di posisi kelima dengan 188 poin, sementara Megawati sendiri tetap mengemas 173 poin meski turun empat peringkat dibanding musim sebelumnya.

Rinciannya menunjukkan performa Megawati tetap stabil dengan 150 poin serangan, 13 blok, dan 10 servis ace. Data ini memperlihatkan bahwa walau fisiknya mendapat kritik dari pemain internasional lain, kualitas Megatron di lapangan tetap sulit ditandingi.

Kritik dan Masukan dari Pemain Internasional

Dalam laga Proliga 2026 antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Jakarta Livin Mandiri di Medan, Anabelika, pemain asal Serbia, memberikan analisis jujur mengenai kondisi fisik Megawati. Menurutnya, kelincahan Megawati menurun karena berat badan yang tidak seideal saat ia bermain di Liga Korea Selatan. Anabelika menekankan bahwa hal ini wajar mengingat jadwal kompetisi yang padat, namun tetap memuji teknik, power, dan daya tahan Megawati sebagai oposit terbaik di Indonesia.

“Meski ada penurunan kelincahan, dominasi Megawati dan timnya di lapangan tetap tidak terbantahkan,” ungkap Anabelika. Komentar ini bukan bentuk iri, melainkan kritik konstruktif dari sesama pemain profesional untuk mendorong Megawati menjaga performa terbaiknya.

Bagi Wilma Salas, Megawati adalah contoh nyata bahwa dedikasi dan semangat juang menjadi kunci kesuksesan. “Sejak kecil saya jatuh cinta pada voli, dan kini Megawati menjadi salah satu inspirasiku di Indonesia,” ungkap Wilma. Selain Megawati, Wilma juga mengidolakan legenda voli Kuba, Miraya Leis, namun pengaruh Megawati di Proliga 2026 sangat nyata dalam meningkatkan kualitas permainan tim.

Trio Megawati, Wilma, dan Yana telah menunjukkan performa impresif sepanjang Proliga 2026. Meski pertandingan terakhir babak reguler menghadapi Gresik Ponska plus Pupuk Indonesia pada 26 Februari mendatang tidak menentukan lolosnya ke final—karena JPE sudah dipastikan masuk final four—laga tersebut tetap penting untuk menjaga momentum dan posisi terbaik di klasemen.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Megawati saat ini berada di persimpangan karier seorang legenda. Masukan dari Anabelika menjadi cermin agar Megawati bisa mengembalikan kelincahan dan menyesuaikan kondisi fisik dengan ambisi besarnya. Proliga 2026 masih panjang, dan perjalanan JPE serta Megawati untuk mempertahankan dominasinya di kancah voli tanah air masih penuh tantangan.