Wisatawan Thailand Kehilangan Enam Koper Berharga di Bromo, Polisi Selidiki Kasusnya
Sumber Foto: Radar Bromo
Lifestyle

Wisatawan Thailand Kehilangan Enam Koper Berharga di Bromo, Polisi Selidiki Kasusnya

SUKAPURA, Radar Bromo - Perjalanan wisata sepuluh turis asal Thailand ke kawasan Wisata Gunung Bromo berubah jadi kekecewaan. Enam koper dan tas berisi barang-barang berharga milik mereka, raib tanpa jejak.

Enam koper dan tas itu diduga hilang saat kendaraan yang mereka tumpangi diparkir di kawasan Pendapa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).

Driver travel, Atim, 41, menceritakan, ia memarkirkan Toyota Hiace yang dikemudikannya pukul 02.30 hingga 11.30.

Saat itu, seluruh penumpang termasuk dirinya turun untuk menikmati panorama matahari terbit dan keindahan Gunung Bromo.

Semua barang dibiarkan di mobil, termasuk tujuh koper milik sepuluh turis tersebut.

“Saya parkir di dekat Pendapa Ngadisari. Semua turun untuk wisata ke Bromo,” ujar Atim, warga Kademangan, Kota Probolinggo.

Selain mobilnya, saat itu ada dua unit Hiace lain juga parkir di sana. Termasuk sekitar 12 mobil pribadi.

“Saya tidak parkir sendirian. Ada beberapa kendaraan lain juga parkir di dekat pendapa. Tapi tidak banyak karena lokasi parkir memang tidak terlalu luas,” jelasnya.

Sekitar pukul 11.30, dia dan sepuluh wisatawan mancanegara (wisman) itu kembali ke mobil. Namun Atim kesulitan membuka pintu sopir.

Merasa aneh, dia mengecek kondisi pintu itu. Barulah diketahui, sistem penguncinya rusak. Padahal, sebelumnya kondisi pintu baik-baik saja. Ia menduga, pelaku merusak pintu itu menggunakan kunci T.

“Begitu berhasil dibuka, kondisi di dalam mobil sudah berantakan. Saat dicek, enam koper hilang. Satu koper terlempar sampai ke kolong kursi depan,” katanya.

Koper dan tas yang hilang itu berisi berbagai barang berharga milik para wisatawan.

Di antaranya, tas merah milik Kanthuma Puk berisi perlengkapan make up, pakaian, paspor, serta dompet dengan uang tunai sekitar Rp 3,2 juta.

Lalu ransel hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen, berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp 26.550.000. Ada juga satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan earphone.

Kemudian, ransel hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, dan pakaian.

Tas kuning milik Naowarat berisi pakaian, serta ransel hitam milik Chanidapa Pavichievac juga berisi pakaian. Terakhir, tas hitam milik Sawatphiphatphon berisi pakaian.

“Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 120 juta. Termasuk ada satu paspor juga ikut hilang,” kata Atim.

Mereka sempat mencari koper dan tas itu dengan bertanya pada warga di sekitar lokasi parkir. Namun tidak ada yang tahu atau melihat hal mencurigakan.

Area parkir sendiri, maupun ruas jalan di sekitarnya tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV) umum.

Hal ini sangat disayangkan Atim, mengingat Gunung Bromo merupakan destinasi wisata internasional yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Ada CCTV milik warga sekitar. Tapi CCTV tidak mengarah ke lokasi, sehingga tidak merekam kejadian di tempat parkir,” imbuhnya.

Atim sendiri sudah sekitar 10 tahun bekerja sebagai driver travel dengan rute Bromo. Namun baru kali ini ia mengalami kejadian kehilangan di lokasi tersebut.

“Selama ini, biasanya ya aman-aman saja. Baru kali ini ada kejadian seperti ini,” tuturnya dengan wajah kecewa.

Salah satu wisatawan tersebut lantas mencoba melacak barang miliknya menggunakan perangkat GPS yang terpasang pada koper.

Titik lokasi terdeteksi berada di Jalan Bogowonto, Kedopok, Kota Probolinggo. Mengarah pada sebuah rumah.

Saat itu juga, Atim bersama para turis segera menuju lokasi yang dimaksud. Begitu sampai di tempat itu, mereka langsung bertanya pada pemilik rumah.

“Setelah sampai di sana dan bertanya kepada pemilik rumah, mereka mengaku tidak tahu apa-apa. Padahal klien saya mengaku belum pernah ke lokasi itu sebelumnya. Baru kali ini, tapi titik GPS justru muncul di sana. Kan aneh,” terangnya.

Alhasil, mereka gagal menemukan koper dan tas yang hilang di lokasi tersebut. Akhirnya, Atim bersama para wisatawan itu melaporkan kejadian ini ke Polres Probolinggo.

Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyatakan, kepolisian telah melakukan respons cepat dan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami sudah memeriksa warga di sekitar tempat kejadian perkara untuk menggali keterangan lebih lanjut. Kami juga melakukan penelusuran secara digital. Saat ini masih proses penyelidikan dan kasus ini menjadi atensi kami,” ujarnya.

Hingga kini, polisi terus mendalami kemungkinan adanya pelaku yang memanfaatkan kelengahan di area parkir.

Ransel milik Chinnapat Jadcharoen

Berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp 26.550.000, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan earphone.

Ransel milik Chanidapa Pavichievac

Berisi pakaian