Jemaah Umrah dari Padang Masih Berangkat Normal Meski Konflik Iran-Israel Meningkat
Lifestyle

Jemaah Umrah dari Padang Masih Berangkat Normal Meski Konflik Iran-Israel Meningkat

Kutipan Media - PADANG, KOMPAS.com - Di tengah memanasnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel, operasional keberangkatan jemaah umrah dari Kota Padang, Sumatera Barat, diklaim masih berjalan normal. Sejumlah biro perjalanan umrah menyebutkan bahwa hingga kini belum ada gangguan teknis yang menghambat akses menuju Tanah Suci.

Direktur Cordoba Tour and Travel Padang, Deri, mengungkapkan bahwa aktivitas pemberangkatan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih berlangsung sesuai jadwal.

“Operasional keberangkatan jemaah umrah dari Padang sampai saat ini masih berjalan baik. Kami baru saja memberangkatkan 136 jemaah pada Minggu (1/3/2026) menggunakan Lion Air,” kata Deri kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).

Psikologis Jemaah Lebih Terdampak daripada Teknis

Menurut Deri, dampak nyata dari konflik Timur Tengah saat ini lebih terasa pada sisi psikologis jemaah dan keluarga ketimbang aspek teknis seperti penerbangan atau akomodasi. Banyak jemaah yang merasa cemas setelah mengikuti perkembangan berita internasional.

“Yang paling terasa itu sebenarnya kekhawatiran jemaah dan keluarga. Mereka cemas karena melihat berita konflik. Namun dari sisi maskapai, seperti Batik Air, bahkan mengonfirmasi penerbangan tetap berjalan meski ada jemaah yang sempat mempertimbangkan pembatalan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Cordoba Tour and Travel masih mengandalkan dua rute utama:

* Padang–Jeddah (Lion Air)

* Padang–Kuala Lumpur–Jeddah (Batik Air)

Belum Ada Kenaikan Biaya dan Pembatalan

Meskipun situasi geopolitik memanas, Deri memastikan belum terjadi lonjakan biaya perjalanan umrah. Harga tiket pesawat, hotel, maupun layanan di Arab Saudi masih berada pada angka normal.

Terkait isu penghentian total keberangkatan dari Sumbar, Deri menilai hal tersebut belum terbukti secara menyeluruh di lapangan. Ia menjadwalkan keberangkatan besar berikutnya pada 5 Maret 2026 mendatang.

“Hingga saat ini belum ada informasi penundaan untuk keberangkatan 180 jemaah kami pada 5 Maret nanti. Kalaupun ada maskapai yang tidak jadi terbang, bisa jadi itu karena faktor teknis tertentu, bukan berarti seluruh penerbangan berhenti,” pungkasnya.

Hingga kini, aktivitas ibadah di Arab Saudi dilaporkan masih berlangsung normal dan otoritas penerbangan internasional belum mengeluarkan kebijakan penghentian penerbangan umrah secara menyeluruh.

You can share this post!