Kutipan Media - Johannesburg, Afrika Selatan (ANTARA) - Afrika Selatan (Afsel) akan menyerahkan kepresidenan Kelompok 20 (Group of 20/G20) kepada Amerika Serikat (AS) dengan cara yang sederhana, kemungkinan pada Selasa (25/11).
Hal tersebut disampaikan Zane Dangor, sherpa G20 Afsel sekaligus direktur jenderal Departemen Hubungan dan Kerja Sama Internasional (Department of International Relations and Cooperation/DIRCO), Senin (24/11).
"Kesepakatannya adalah bahwa kami harus melakukannya secara sederhana. Ini bukan hanya masalah Afsel; AS juga tidak menginginkan acara serah terima besar-besaran," ujar Dangor.
Dia mengatakan bahwa serah terima itu akan dilakukan di tingkat pejabat senior DIRCO kepada charge d'affaires AS.
Presiden Afsel Cyril Ramaphosa pada Minggu (23/11) secara resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg dengan mengetukkan palu kayu, sesuai tradisi G20.
"Palu KTT G20 ini secara resmi menutup KTT ini dan kini beralih kepada presiden G20 berikutnya, yaitu AS, tempat di mana kita akan bertemu lagi tahun depan," kata Ramaphosa dalam pidato penutupnya.
Biasanya palu diserahkan kepada pemimpin kepresidenan berikutnya. Namun juru bicara Presiden Ramaphosa, Vincent Magwenya mengatakan pada Sabtu (22/11) bahwa Presiden Afsel tidak akan menyerahkan palu tersebut kepada seorang pejabat kedutaan besar tingkat junior.
"Ini adalah pelanggaran protokol yang tidak akan ditoleransi atau diizinkan dalam hal ini. Ini sikap yang didasarkan pada prinsip," ujarnya.
"AS memilih untuk memboikot KTT (G20) ini. Itu adalah pilihan mereka dan hak prerogatif mereka untuk melakukannya. Namun, yang tidak boleh terjadi adalah pelanggaran protokol yang dipaksakan," kata Magwenya.